Kamis, 23 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Semarang - Anggota Komisi E DPRD Jateng dari Fraksi Gerindra, Yudi Indras Wiendarto memantau hari pertama pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), Senin (5/4/2021). Pantauan dilakukan di sejumlah sekolah, salah satunya di SMK Negeri 7 Kota Semarang.

Dalam pantauan tersebut, Yudi berharap tak ada tambahan kasus Covid-19 dari sekolah yang melaksanakan PTM tersebut. Apalagi, di Jawa Tengah total ada 140 sekolah yang melaksanakan PTM.

”Terus terang saya mengkhawatirkan pendidik dan tenaga kependidikannya. Rata-rata usia mereka kan sudah senior (tua). Kalau untuk siswanya, mereka masih muda dan mungkin memiliki imun tubuh lebih kuat,” kata Yudi dalam siaran pers yang diterima MURIANEWS, Senin (5/4/2021).

Ia pun meminta penerapan protokol kesehatan di sekolah yang melaksanakan PTM ketat dan disiplin serta kontinyu. Jangan sampai disiplin pada hari atau pekan pertama namun tak terpantau pada pekan-pekan selanjutnya.

”Interaksi antarsiswa dan juga guru juga mesti terjaga,” tegasnya.

Yudi tak menginginkan kejadian di SMK Negeri Jateng pada PTM tahap pertama dulu terulang. Yakni ratusan siswa terkena Covid-19 dan PTM tahap pertama mesti disetop.
Yudi tak menginginkan kejadian di SMK Negeri Jateng pada PTM tahap pertama dulu terulang. Yakni ratusan siswa terkena Covid-19 dan PTM tahap pertama mesti disetop.Harapan selanjutnya adalah vaksinasi terus ditingkatkan jumlah sasarannya. Terkait dengan PTM ini maka semua orang yang terlibat mesti menjadi prioritas. Baik itu pendidik dan tenaga kependidikannya, siswa, maupun orang tua siswa.Jika vaksinasi sudah mencapai 70 persen dari populasi maka harapanya akan tercipta herd immunity. Hal itu sebagaimana rekomendasi dari organisasi kesehatan dunia WHO."Semoga ujicoba PTM ini berjalan lancar dan harapannya tak ada kasus baru. Selanjutnya vaksinasi harus terus ditingkatkan," tambahnya. Reporter: SupriyadiEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News