Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Senarang - Perayaan Hari Raya Idulfitri tahun ini bertepatan dengan peringatan Hari Kenaikan Isa Almasih. Menurut Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo hal ini merupakan berkah tersendiri bagi Indonesia.

Ganjar mengatakan, di hari yang sama, baik umat muslim maupun nasrani  merayakan hari besar keagamaannya masing-masing. Menurut Ganjar, dua hari besar keagamaan itu memiliki makna penting bagi masing-masing pemeluknya.

"Tuhan punya rencana sangat luar biasa. Sehingga untuk Indonesia konteksnya menjadi penting. Pertama, hari ini umat muslim melaksanakan ibadah salat Id dan Idulfitri bersama. Kedua, bagi umat nasrani juga memperingati Kenaikan Isa Almasih. Harinya juga bersamaan," katanya usai menunaikan salat Id di Rumah Dinas Puri Gedeh, Kamis (13/5/2021).

Ganjar melanjutkan, hari ini menjadi saksi bahwa masyarakat Indonesia dapat hidup berdampingan dalam beribadah. Selain itu juga mampu mengimplementasikan toleransi dan kebhinekaan Indonesia.

"Hal ini menunjukkan kepada kita semua. Oh iya rasa-rasanya di antara kita harus saling menghormati, saling menghargai, dan ini berkah bagi Indonesia," ungkapnya.

Lebih lanjut, Ganjar mengingatkan agar pelaksanaan ibadah dan kegiatan lainnya tetap memperhatikan protokol kesehatan. Hal ini mengingat pandemi Covid-19 belum usai.

"Kita juga melihat beberapa klaster yang muncul. Ada yang berasal dari mudik, salat tarawih, dan takziyah. Jadi kita harus menjaga diri. Seperti tahun lalu, pandemi tahun ini belum tuntas. Oleh sebab itu, harus dituntaskan. Caranya saling menjaga diri, tidak berkerumun, dan menjaga jarak," ungkapnya.

"Kenapa saya dan keluarga memutuskan untuk salat Id di rumah, itu karena kondisi. Pemerintah meminta untuk tidak mudik," katanya usai menunaikan salat Ied di rumah.Rencananya, Ganjar juga menggelar open house dan halalbihalal secara virtual seperti tahun lalu. Terlebih, menurut dia, tahun ini animo masyarakat mengikuti kegiatan virtual semakin besar."Ya sama dengan tahun lalu open house dan halalbihalal virtual. Mudah-mudahan itu nanti bisa menjadi pengobat rindu," jelasnya.Di hari kedua Idulfitri, Ganjar akan menggelar acara serupa. Acara tersebut diikuti berbagai komunitas dan paguyuban masyarakat Jawa Tengah yang berada di luar daerah.“Insha Allah besok mau lanjut halalbihalal virtual dengan komunitas dan paguyuban masyarakat Jawa Tengah yang ada di luar Jateng. Kemarin sudah komunikasi. Mereka berasal dari berbagai provinsi. Kecuali yang di Jayapura infonya izin karena sinyal sampai hari ini belum bagus," pungkasnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler